Pahami Analisa SWOT dalam Bisnis

Pahami Analisa SWOT dalam Bisnis

Pengertian Analisa SWOT

SWOT terdiri dari rangkaian kata Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats. Analisa SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S. Humphrey yang menggunakan teknik ini pada tahun 1960-an ketika ia memulai sebuah proyek penelitian yang dikerjakan di Stanford Research Institute. Sejak saat itu, secara bertahap analisis SWOT mulai dikenal luas oleh orang lain di seluruh dunia dan perlahan digunakan oleh para pebisnis pada saat itu untuk memanfaatkan metode analisis ini demi menumbuhkan sekaligus mengembangkan perusahaan mereka masing-masing.

Analisa SWOT sangat bermanfaat bagi pemula bisnis untuk merencanakan sesuatu dalam sebuah proyek atau bisnis. Secara sederhana dapat kita artikan bahwa analisa SWOT merupakan metode perencanaan suatu strategi dengan mempertimbangkan sekaligus mengevaluasi 4 komponen utama, yaitu:

1. Strengths

Komponen dalam analisa SWOT yang pertama adalah strengths atau bisa kita artikan sebagai kekuatan. Dari sini kita bisa melihat seberapa jauh faktor yang menjadi kekuatan dalam bisnis atau proyek yang sedang kita kerjakan. Strengths dapat diartikan keunggulan faktor internal yang dimiliki bisnis kamu dibandingkan dengan kompetitor. Misalnya, manajemen bisnis, kinerja karyawan, produk yang diciptakan, dan berbagai keunikan yang dibangun oleh bisnismu sendiri.

2. Weaknesses

Komponen dalam analisa SWOT yang kedua adalah weakness atau bisa kita artikan sebagai kelemahan. Dari sini kita bisa melihat seberapa jauh faktor yang menjadi kelemahan dalam bisnis atau proyek yang sedang kita kerjakan. Tidak ada bisnis yang selalu berjalan sempurna. Inilah pentingnya menganalisis elemen weaknesses untuk pengembangan bisnis kamu dengan mengandalkan faktor internal, agar berbagai kelemahan dapat diatasi.

3. Opportunities

Komponen dalam analisis SWOT yang ketiga adalah opportunities atau bisa kita artikan sebagai peluang. Dari sini kita bisa melihat seberapa jauh faktor yang menjadi peluang dalam bisnis atau proyek yang sedang kita kerjakan. Bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu bertahan karena mau mengambil berbagai peluang dari apa yang sering kamu temui.

4. Threats

Komponen dalam analisis SWOT yang keempat adalah threats atau bisa kita artikan sebagai ancaman. Dari sini kita bisa melihat seberapa jauh faktor yang menjadi ancaman dalam bisnis atau proyek yang sedang kita kerjakan. Sebuah ancaman dari luar tidak dapat diprediksi kejadiannya. Kasus yang sering terjadi didunia bisnis adalah banyaknya persaingan kompetitor. Oleh sebab itu, kamu harus mampu melakukan analisis elemen theats dengan baik.

Dari keempat komponen analisa SWOT tersebut, bisa terlihat dengan jelas bahwa metode analisis ini secara efektif akan mempermudah para penguasa atau pebisnis dalam rangka perencanaan bisnisnya yang mana mencakup pemahaman tentang kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang mungkin timbul secara terstruktur dan sistematis. Dengan demikian, para pihak yang bersangkutan dengan bisnis yang sedang dijalankan dapat lebih mudah mencerna, memahami, sekaligus mengenali lebih dekat proyek atau bisnis suatu perusahaan.

Tujuan Analisa SWOT

Sebagai metode yang mempermudah dalam menjalankan bisnis untuk melakukan perencanaan strategi yang secara khusus di bidang bisnis, analisa SWOT memiliki tujuan utama sebagai berikut.

1. Memudahkan Pemetaan Faktor-Faktor Penting

Keempat komponen analisa SWOT akan memudahkan para pebisnis dalam mengetahui sekaligus memetakan faktor-faktor penting yang mengelilingi sebuah rencana atau strategi. Dengan menggunakan analisa SWOT, kamu dapat mengetahui apa saja faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan, seperti faktor kekuatan dan kelemahan, sekaligus faktor-faktor eksternal yang berada di luar perusahaan, seperti kesempatan dan ancaman.

2. Memprediksi Berbagai Masalah yang Mungkin Timbul

Dengan mengetahui potensi-potensi pemicu permasalahan dari analisa SWOT yang dapat berupa kekurangan maupun ancaman, Kamu dapat lebih jeli dalam melihat kemungkinan masalah yang akan datang di hari depan. Sehingga kamu dapat menyiapkan solusi untuk permasalahan yang telah kamu prediksi

3. Mengetahui Posisi Perusahaan di Tengah Pusaran Persaingan

Metode analisia SWOT yang memperhatikan dengan saksama bagaimana suatu rencana disusun berdasarkan pertimbangan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tidak hanya berguna untuk melihat posisi perusahaanmu sendiri, namun juga untuk melihat perusahaan kompetitor yang ikut bersaing di pasar. Dengan analisa SWOT, Kamu juga dapat menganalisis perusahaan kompetitor agar dapat mengalahkannya dalam persaingan secara nyata di pasar.

4. Memberi Kesempatan untuk Perusahaan Berkembang Lebih Pesat

Penggunaan analisa SWOT yang tepat dan semaksimal mungkin dapat mempermudah kamu dalam memperoleh kesempatan yang semaksimal mungkin untuk mengembangkan perusahaan. Perencanaan yang matang dengan memperhatikan faktor-faktor penting dalam 4 komponen SWOT akan semakin mendekatkan perusahaan pada kesuksesan.

5. Memudahkan Pengambilan Keputusan

Pada akhirnya, sesuai fungsinya yang digunakan untuk keperluan perencanaan strategi dan penyelesaian masalah, analisa SWOT dapat mempermudah kamu dalam mengambil keputusan-keputusan penting selama menjalani bisnis di perusahaan.

Manfaat Analisa SWOT

Dalam arti lain, analisa SWOT dapat dimanfaat untuk membantu kamu dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan rangkaian tahap bisnis secara terstruktur dan sistematis melalui pengetahuan dasar tentang hal-hal berikut.

  1. Bagaimana caranya agar dapat memanfaatkan kekuatan (strengths) sehingga menghasilkan keuntungan melalui peluang (opportunities).
  2. Bagaimana strategi yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan (weaknesses) perusahaan yang berisiko mencegah datangnya keuntungan sekaligus berpotensi mendatangkan kerugian.
  3. Bagaimana cara yang tepat agar dapat memanfaatkan kekuatan (strengths) yang dimiliki oleh perusahaan sehingga bisnis yang dijalankan mampu menghadapi dan menyelesaikan ancaman (threats) yang ada maupun yang mungkin akan timbul.
  4. Apa langkah yang harus diambil untuk mengendalikan dan mengatur kelemahan (weaknesses) perusahaan yang berisiko dalam memicu ancaman (threats) dalam menjalankan bisnis.

 

Apa Itu Modal Usaha ?

Apa Itu Modal Usaha ?

Pengertian Modal

Dalam jiwa pebisnis, tidak jarang mereka memberikan modal kepada saudara atau teman yang ingin memulai bisnis. Biasanya, orang yang menanam modal akan mendapatkan bagi hasil sesuai dengan besarnya laba yang didapatkan perusahaan. Orang yang menanam modal disebut investor. Apa itu Modal? dan apa saja jenis jenis modal usaha? Mari kita simak dibawah ini.

Menurut KBBI, modal adalah dana yang bisa digunakan sebagai induk atau pokok untuk berbisnis, melepas uang, dan sebagainya. Dalam artian lain, modal adalah harta benda (bisa berupa dana, barang, dan sebagainya) yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat menambah kekayaan dan keuntungan. Modal bisa juga diartikan sebagai sesuatu yang digunakan seseorang atau perusahaan sebagai bekal untuk bekerja, berjuang, dan sebagainya. Jika kita simpulkan, modal merupakan semua hal yang kita miliki baik berupa uang, barang, aset lainnya yang dapat kita manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan dalam menjalankan usaha. Dalam praktek nyata, modal dapat dikategorikan ke beberapa jenis, seperti modal utang, modal ekuitas, modal kerja dan modal perdagangan.

Jenis-Jenis Modal Usaha Sebelum Memulai Bisnis

Berikut ini 4 jenis-jenis modal yang patut dipahami, khusus dalam berbisnis:

1. Modal Utang

Jenis modal usaha yang pertama adalah modal utang. Modal utang mengacu pada modal yang dipinjam bisnis dari sumber lain, termasuk pinjaman dari lembaga keuangan, perusahaan lain, atau pemerintah. Jenis modal ini bisa menjadi capital loss atau dapat diartikan sebagai kerugian modal. Modal utang memungkinkan bisnis untuk mengakses uang tunai dengan cepat, meskipun secara teknis merupakan kewajiban karena peminjam harus membayarnya kembali kepada pemberi pinjaman.

Salah satu cara untuk memperoleh aset modal adalah dengan meminjam uang. Dengan meminjam uang, bisnis dapat menyuntikkan dana yang mereka butuhkan untuk diinvestasikan dalam bisnis seperti membeli rencana baru, mempekerjakan sumber daya terampil, menciptakan produk, dan masih banyak lagi. Perusahaan besar dapat menerbitkan obligasi untuk meningkatkan modal yang mereka butuhkan untuk mendanai operasi bisnis. Cara yang lebih tradisional untuk meminjam uang adalah dengan mendapatkan pinjaman dari bank. Perusahaan kecil dan pemula yang tidak memiliki riwayat kredit yang baik dapat meminjam dana dari keluarga, teman, atau pemberi pinjaman alternatif.

2. Modal Ekuitas

Jenis modal usaha berikutnya adalah modal ekuitas atau modal penyertaan. Bisnis juga bisa mendapatkan modal dengan memanfaatkan modal ekuitas mereka. Modal ekuitas bisa datang dalam berbagai bentuk. Biasanya, perbedaan dibuat antara ekuitas swasta, ekuitas publik, dan ekuitas real estat. Ekuitas swasta dan publik akan terstruktur dalam bentuk saham di perusahaan. Letak perbedaannya adalah bahwa ekuitas publik diwujudkan dengan mencatatkan saham perusahaan di bursa saham. Sementara ekuitas swasta ditunjukkan di antara kelompok investor tertutup. Salah satu metode penting yang tersedia bagi perusahaan untuk mengumpulkan uang adalah dengan menjual saham.

Modal ekuitas mengacu pada semua aset yang diperoleh bisnis dengan menjual ekuitas atau saham perusahaan. Saham ini mampu diperdagangkan secara publik di pasar saham. Jika perusahaan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering / IPO), yang memungkinkan masyarakat untuk membeli saham. Biasanya, bisnis baru dan pemula membutuhkan akses ke banyak uang tunai untuk memulai operasi bisnis. Mereka akan menjual saham kepada pemodal ventura dan investor sebagai sarana untuk mengumpulkan uang. Imbalannya di sini adalah ketika Anda menjual sekuritas ekuitas, Anda secara efektif menjual sebagian dari bisnis. Akhirnya, jika start-up berhasil dan menguntungkan, mampu meningkatkan modal lebih lanjut melalui penawaran umum perdana (IPO) tadi. Yang merupakan pencatatan saham perusahaan di pasar saham. Modal ekuitas juga bisa merujuk pada saham swasta yang diberikan bisnis kepada dewan investor independen.

3. Modal Kerja

Jenis modal usaha selanjutnya adalah modal kerja. Sebuah perusahaan perlu menjaga “modal kerja” untuk mendanai operasi bisnisnya sehari-hari. Modal kerja mengacu pada total aset yang dimiliki perusahaan tersebut, termasuk modal ekonomi aktual, seperti kas cair, setara kas, piutang, hutang, dan saldo rekening bank. Modal kerja biasanya juga merujuk pada aset yang menghasilkan laba, yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang-barang konsumsi, seperti bahan mentah, sumber daya alam, mesin, dan real estat.

Perusahaan harus membayar sewa, pemasok, vendor, karyawan, pemberi pinjaman, dan sebagainya. Memastikan bahwa perusahaan menyimpan cukup uang tunai untuk membayar kewajiban keuangan jangka pendeknya, perusahaan menyimpan kas untuk tujuan ini. Perusahaan perlu menemukan keseimbangan modal kerja yang tepat untuk dipertahankan. Sehingga cukup untuk menutupi utang dan kewajiban lainnya (umumnya jatuh tempo dalam waktu satu tahun) tanpa meninggalkan terlalu banyak uang tunai yang tidak diinvestasikan.

4. Modal Perdagangan

Dalam sebuah bisnis di industri, jenis modal yang diidentifikasikan sebagai yang keempat adalah modal perdagangan. Modal perdagangan mengacu pada cadangan keuangan yang telah ditetapkan oleh bisnis untuk diinvestasikan dan memperdagangkan sekuritas, seperti saham, obligasi, dan investasi modal lainnya. Bisnis apa pun membutuhkan sejumlah besar modal untuk beroperasi dan menghasilkan pengembalian yang menguntungkan. Perusahaan dengan laporan keuangan besar, biasanya mengandalkan modal perdagangan untuk pertumbuhan ekonomi, serta membagikan lebih banyak uang untuk itu. Analisis neraca merupakan pusat tinjauan dan penilaian modal bisnis.

Modal perdagangan adalah istilah yang digunakan oleh pialang dan lembaga keuangan lainnya yang menempatkan sejumlah besar perdagangan setiap hari. Menurut sumber lain, modal perdagangan bisa diartikan sebagai jumlah uang yang diberikan kepada individu atau perusahaan untuk membeli dan menjual berbagai sekuritas. Investor dapat mencoba menambah modal perdagangan dengan menggunakan berbagai metode pengoptimalan perdagangan. Metode ini memanfaatkan modal sebaik mungkin dengan menentukan persentase dana yang ideal untuk diinvestasikan pada setiap perdagangan. Secara khusus, untuk menjadi sukses, pebisnis perlu menentukan cadangan kas optimal yang diperlukan untuk strategi investasi. Umumnya pada pebisnis besar akan mengalokasikan modal perdagangan yang cukup besar untuk setiap profesional yang memperdagangkan saham dan aset lainnya untuk itu.

Contoh Modal Dalam Bisnis

Berikut ini adalah beberapa contoh modal dalam bisnis:

1. Modal Keuangan

Akun modal keuangan untuk kas dan setara kas yang dimiliki bisnis, seperti dana di rekening bank bisnis serta piutang.

 2. Modal Manusia

Modal manusia mengacu pada karyawan dan kontraktor yang digunakan bisnis untuk memfasilitasi layanan, proses produksi, administrasi, dan operasi bisnis sehari-hari sehingga perusahaan dapat berjalan lancar.

3. Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual, seperti program kepemilikan, kemitraan, atau paten, memenuhi syarat sebagai modal karena bisnis dapat menggunakan aset ini untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan.

 4. Modal Fisik

Setiap aset yang digunakan dalam bisnis, untuk memfasilitasi produksi. Mulai dari bahan mentah hingga mesin, intinya yang memenuhi syarat sebagai modal fisik.

5. Real Estate

Setiap bangunan, seperti kantor, gudang, pabrik, dan toko ritel, yang dimiliki bisnis memenuhi syarat sebagai modal.

 6. Sekuritas

Sekuritas, seperti saham dan obligasi, adalah bentuk modal ekuitas. Saham modal yang dibeli oleh investor memberi bisnis keuangan untuk diinvestasikan kembali ke perusahaan.

Itulah beberapa jenis-jenis modal usaha dalam berbisnis yang patut diketahui sebelum melangkah atau selama menjalankan bisnis.

Cara Mengatur Cash Flow

Cara Mengatur Cash Flow

Tips Mengatur Cash Flow

Manajemen keuangan yang baik sangatlah penting untuk menjaga kondisi finansial yang lebih stabil. Ini dia macam-macam tips sederhana yang bisa dilakukan agar kamu memiliki cash flow yang positif.

1. Buat laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan salah satu kunci dari kelancaran cash flowMaka dari itu sebaiknya buatlah laporan keuangan sederhana untuk merekam setiap arus kas yang masuk dan keluar setiap bulannya. Kemudian, hitung sisa uang yang tersisa. Bandingkan besar jumlah pemasukan dan pengeluaran agar kamu bisa menilai apakah cashflowmu positif atau negatif.

2. Mencatat anggaran

Persiapkan diri dengan selalu memprediksi dan mencatat pengeluaran bulanan. Misalnya seperti pengeluaran untuk belanja kebutuhan, transportasi, cicilan, dan biaya lainnya. Anggaran yang telah dibuat ini berfungsi sebagai alat untuk merencanakan dan merekam jenis pengeluaran yang akan dibayarkan.

3. Cari pendapatan tambahan

Zaman sekarang, ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi. Kamu bisa berjualan secara online di media sosial dan e-commerce. Selain itu, kamu juga bisa mencari pekerjaan sampingan. Kamu juga bisa mengambil pekerjaan tambahan sebagai freelance atau part time. Jenis pekerjaannya beragam, mulai dari content writer, sales, presenter, tutor, hingga web developer.

4. Evaluasi pengeluaran

Tidak ada salahnya untuk mengurangi pengeluaran demi kesehatan finansial yang lebih baik. Bukan berarti kamu tidak boleh bersenang-senang. Kamu bisa sesekali mencoba berhemat dengan hal-hal sederhana, seperti membuat kopi sendiri daripada membeli kopi di kafe. Selain itu, kamu juga bisa membatalkan keanggotaan gym yang jarang kamu ikuti agar tidak perlu lagi membayar pengeluaran ekstra.

5. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Masih dalam rangka meminimalisir pengeluaran bulanan, kamu juga perlu belajar untuk menahan keinginan dan mendahulukan kebutuhan. Dahulukan pelunasan utang dibanding menambah cicilan smartphone terbaru yang tidak terlalu penting. Tahan keinginan membeli baju baru dan sisihkan uang untuk mencukupi kehidupan di akhir bulan. Dengan begini, kamu bisa menata keuangan dengan lebih mudah.

Apa Itu Profit ?

Apa Itu Profit ?

1. Pengertian Profit

Profit disebut juga laba atau keuntungan bersih yang diperoleh dari pendapatan perusahaan setelah dikurangi dari biaya produksinya. Profit terdiri dari Profit kotor dan Profit bersih. Profit juga dapat didefinisikan secara ekonomi dan akuntansi. Secara ekonomi , profit merupakan selisih antara pendapatan dengan total biaya implisit maupun biaya eksplisit.

Biaya implisit adalah biaya saat perusahaan memilih untuk menggunakan faktor dari beberapa produksi. Sedangkan biaya eksplisit merupakan biaya yang digunakan oleh perusahaan diluar produksinya. Dalam akuntansi, profit diartikan sebagai selisih dari harga penjualan dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Profit adalah elemen yang paling disorot dari perusahaan karena menggambarkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Dalam teori akuntansi sampai saat ini belum ditentukan hasil maksimal dalam pemaknaan, dan penghitungan profit. Maka dari itu pembahasan tentang profit dibagi menjadi tiga bagian yaitu semantik, sintaktik, dan pragmatic.

2. Jenis Jenis Profit

Dalam dunia bisnis, setidaknya dikenal tiga jenis profit atau laba, yaitu profit kotor, profit usaha atau operasional, dan profit bersih. Ketiga indikator profit tersebut biasanya ditemukan di laporan untung/rugi sebuah perusahaan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut.

  • Profit kotor

Profit kotor merujuk kepada penjualan dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Sebagai misal, jika perusahaan A membukukan penjualan Rp100.000, dan HPP mencapai Rp60.000. Itu berarti laba kotor perusahaan tersebut mencapai Rp40.000, atau Rp100.000 dikurangi dengan Rp60.000.

  • Profit usaha/operasional

Profit operasional dihitung dengan menghilangkan biaya operasional dan biaya tidak operasional serta biaya akuntansi seperti depresiasi dan amortisasi. Profit operasional ini juga bisa disebut dengan keuntungan sebelum dikenakan bunga dan pajak.

  • Profit bersih

Profit bersih merupakan indikator terakhir dalam pelaporan untung/rugi. Karenanya, tak heran indikator tersebut kerap disebut dengan bottom line. Secara sederhana, profit bersih merupakan keuntungan usaha atau operasional setelah dikurangi biaya bunga dan pajak.

Tiap perusahaan umumnya memiliki sejumlah tujuan setelah mendapatkan profit bersih. Contohnya seperti, keuntungan bersih ini bisa saja dijadikan sebagai kas untuk menunjang operasional atau, perusahaan bisa menggunakannya untuk melunasi hutang, membayar dividen ke pemegang saham, dan juga menginvestasikan kembali dalam bisnis.

3. Simulasi perhitungan profit

  • Profit kotor

Perusahaan x memiliki Rp200.000.000 dalam penjualan dan COGS (Cost Of Good Sold) sebesar Rp120.000.000, hal tersebut menunjukan profit kotornya adalah Rp80.000.000 .

Profit kotor tersebut didapatkan dari total penjualan dikurangi COGS, sehingga Rp200.000.000 – Rp120.000.000 menghasilkan Rp80.000.000. Untuk menghitung margin dari profit kotor yaitu dengan membagi profit kotor dengan nilai penjualan.

Margin profit kotor = (Rp80.000.000 / Rp200.000.000) x 100% = 40%

  • Profit operasional

Perusahaan x memiliki Rp30.000.000 untuk biaya operasionalnya. Sehingga laba bersih dapat dihitung dari laba kotor dikurangi biaya operasional.

Rp80.000.000 – Rp30.000.000 = Rp50.000.000 

Profit operasionalnya adalah Rp50.000.000 . Untuk menghitung margin dari profit operasional dibagi profit operasional dengan nilai penjualan.

Margin profit operasional = (Rp50.000.000 / Rp200.000.000) x 100% = 25%

  • Profit bersih

Perusahaan X memiliki bunga hutang Rp10.000.000 dan pajak senilai Rp10.000.000. Profit bersih dihitung dengan cara mengurangkan kedua biaya tersebut dari profit operasional

profit bersih = Rp50.000.000 – Rp20.000.000 (bunga hutang + pajak) = Rp30.000.000

Margin profit bersih merupakan pembagian dari profit bersih dengan profit penjualan 

Margin profit bersih = (Rp30.000.000 / Rp200.000.000) x 100% = 15%

5 Tips Menjadi Affiliate Marketer Sukses

5 Tips Menjadi Affiliate Marketer Sukses

Berikut ada beberapa tips untuk menjadi seorang affiliate marketer atau afiliator yang sukses dan bisa kamu coba!

1. Pilih dan daftar program afiliasi terbaik

Ada banyak brand atau perusahaan yang menawarkan program afiliasi. Pastikan kamu memilih program yang terbaik. Perhatikan kesesuaian produk yang mereka tawarkan sesuai dengan niche dan audiens kamu, persentase komisi yang ditawarkan, pencairan komisi, dan detail lainnya. Setiap brand atau perusahaan bisa berbeda-beda syarat dan ketentuannya. Kamu bisa membandingkan program yang satu dengan yang lainnya lalu pilih dan daftar ke satu yang terbaik.

2. Pahami target pasar & bangun hubungan positif

Memahami target pasar merupakan hal yang penting. Dengan begitu, kamu bisa memilih produk yang tepat untuk dipromosikan, sesuai kebutuhan mereka dan yang bisa menjawab permasalahan yang mereka alami.

Kamu bisa memahami audiens dengan melakukan riset atau mengikuti forum-forum tertentu untuk mencari tahu apa yang sering mereka pertanyakan terkait produk yang akan kamu rekomendasikan. Dengan begitu, kamu bisa membuat konten dan rekomendasi produk yang sesuai dengan pertanyaan mereka. Membuat konten dan merekomendasikan produk yang tepat juga dapat meningkatkan hubungan positif dengan mereka.

3. Review produk atau jasa dengan menarik

Agar audiens yakin dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan, maka kamu perlu membuat review tersebut semenarik dan sejelas mungkin. Kamu bisa menceritakan pengalaman menggunakan produk atau jasa tersebut. Misalnya, kamu membuat review dengan membandingkan dua produk setipe dari brand yang berbeda lalu memberikan link pembelian. Atau mereview dengan first impression terhadap produk makeup, haul fashion dan membandingkan gambar dengan produk aslinya, dan lainnya. Review produk bisa memudahkan konsumen untuk memilih produk yang paling cocok untuk mereka. 

4. Berikan Call to Action (CTA)

Jangan lupa memberikan Call to Action (CTA) agar audiens tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Misalnya, yang sedang ramai saat ini “klik keranjang kuning untuk beli produknya”, atau “link produk ada di bio nomo 99” yang biasanya ada di TikTok dan Instagram. CTA ini bisa kamu sesuaikan dengan media yang kamu pakai. Misalnya di Instagram, kamu bisa menggunakan link produk yang bisa langsung di-tap atau di website menggunakan CTA button seperti “Beli sekarang”, “Lihat produk”, atau “Download gratis!”.

5. Mengikuti perkembangan trend

Sebagai affiliate marketer, tentu kamu bersaing dengan afiliator lainnya yang merekomendasikan produk dari niche yang sama. Oleh karena itu, kamu perlu mengikuti perkembangan trend agar bisa tetap bersaing. Misalnya, mengikuti perkembangan konten yang sedang diminati audiens, atau strategi pemasaran yang baru, dan lainnya. 

5 Tips Menjadi Affiliate Marketer Sukses

Affiliate Marketing

,,v Apa Itu Affiliate Marketing ?

Affiliate marketing yaitu suatu program dimana kamu bisa mempromosikan produk atau jasa dari sebuah perusahaan atau brand, dan mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang terjadi. Besaran komisi yang kamu peroleh bervariasi, tergantung pada persentase dan harga jual produk. Biasanya komisi dihitung dari banyaknya transaksi penjualan, tapi ada juga yang menghitungnya dari leads.

Strategi ini dikenal efektif untuk meningkatkan jumlah penjualan produk. Jika kamu mengecek di mesin pencari, kamu akan menemukan banyak brand yang membuka program afiliasi, mulai dari brand kecil hingga brand besar. Peminatnya juga banyak, karena bisa memberikan penghasilan tambahan apabila terjadi pembelian menggunakan link afiliasi yang kamu bagikan.

Siapa saja bisa bergabung atau mendaftar sebagai affiliate marketing , tidak harus influencer, selebgram, seleb TikTok atau selebtwit. Umumnya program ini juga tidak mengharuskan kamu memiliki banyak followers di media sosial dan gratis. Jadi kamu tidak perlu khawatir mengeluarkan biaya pendaftaran atau biaya lainnya.

Bagaimana Cara Menjadi Affiliate Marketer?

Affiliate marketer, atau yang juga dikenal dengan sebutan afiliator, mendapatkan uang dengan menjadi salerperson untuk suatu brand. Nantinya afiliator ini memperoleh keuntungan dalam bentuk komisi atau biaya referral setiap kali ada orang yang melakukan pembelian melalui link yang kamu bagikan.

Umumnya, seorang afiliator akan mendapatkan link atau banner khusus untuk ditempatkan di website atau platform online pribadi lainnya.

Jika kamu ingin ikut serta dalam program ini, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari individu, kelompok, atau perusahaan yang menawarkan affiliate marketing dan mengajukan kerja sama agar bisa menjual produk atau layanan mereka.

Sebelum berakhir dengan kata setuju, setidaknya Anda sudah melakukan riset terlebih dahulu dan mengetahui lebih dalam apakah bentuk kerja sama yang dijalani nantinya memberikan hasil yang seimbang.

Strategi yang Diperlukan Oleh Afiliator

Anggap saja kamu adalah seorang vlogger. kamu berencana menjalin kerja sama afiliasi dengan suatu brand untuk mempromosikan produk mereka di situsmu. Berikut tips-tips manjur untuk kamu agar lebih mudah dalam mendatangkan klien/pelanggan.

1. Membuat Konten Berkualitas

Ada banyak alasan mengapa content marketing adalah kunci keberhasilanmu dalam menjalankan kerja sama afiliasi.

Pertama, konten yang berkualitas akan lebih mudah dalam menarik perhatian para penonton dan menaikkan adsense. aspek ini nantinya menentukan seberapa banyak komisi yang kamu dapatkan dari program pemasaran afiliasi. Semakin tinggi adsense yang kamu dapatkan maka semakin besar pula komisi yang kamu peroleh.

Kedua, merchant lebih suka bekerja sama dengan pembuat konten (content creator) yang benar-benar memahami apa yang dilakukan. Tidak ada merchant yang ingin berkolaborasi dengan vlogger yang menghasilkan konten berkualitas rendah, serta konten yang bersifat tabu.

Oleh karena itu, kamu harus memberi jaminan bahwa konten dan postingan promosi yang dibuat memiliki kualitas unggulan.

2. Menerapkan SEO

Sebagai seorang afiliator, Anda ingin agar produk yang dipromosikan bisa menjangkau berbagai kalangan dan audience. Salah satu caranya adalah dengan mengoptimasi SEO.

Dengan kualitas SEO yang baik, peringkat vlog dan konten yang dibuat akan menuai hasil yang bagus di mesin pencari. Terlebih lagi, konten akan muncul di pencarian yang terkait dengan target pasar kamu.

Gunakanlah keyword atau kata kunci yang punya relasi dengan produk yang akan dipromosikan. Setelah itu, terapkan prinsip SEO, optimasi konten, dan lacak kenaikan trafik.

3. Upselling

Dengan metode upselling, Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak karena menjual suatu produk dengan harga yang lebih mahal. Namun, menerapkan metode ini bukan berarti Anda bebas ‘menjelek-jelekkan’ kualitas produk yang lain.

Berilah penjelasan singkat kepada para pelanggan mengapa produk yang dipromosikan lebih layak dibeli dan mampu memenuhi kebutuhan atau menjadi solusi bagi permasalahan mereka.

Pelanggan yang tadinya hanya ingin sekadar melihat-lihat bisa berubah menjadi pelanggan setia. Karena merasa mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli produk tersebut tidaklah sia-sia, mereka akan kembali lagi dan membelinya atau mengecek produk yang lain.

4. Menggunakan Media Sosial

Membuat konten berkualitas di platform online tidaklah mudah. Kamu perlu menerapkan strategi media sosial untuk bisnis, karena media ini merupakan salah satu alat pemasaran lainnya yang sangat efektif untuk meningkatkan brand awareness. 

Untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan dan memperluas cakupan audiens, bagikanlah konten vlogmu di media sosial seperti instagran, twitter ,facebook ,dan media sosial lainnya. Susunlah sebuah strategi dan pastikan postinganmu bisa menjangkau sebanyak mungkin orang dan mendapatkan ketertarikan dari masyarakat.

WeCreativez WhatsApp Support
CS kami siap membantu anda..